Sore ini istri saya di rumah mempersiapkan buka puasa ada Es campur pakai
PACAR CINA. Kue nya MARTABAK MESIR,buah nya JAMBU BANGKOK dan disajikan pula kolak PISANG SIAM. Sebagai orang Indonesia saya malu apabila nanti ada anak negeri ini ikut latah-latahan klaim seperti ini menjadi makanan warisan yang harus menjadi Warisan Leluhur Bangsa Indonesia.
Lebih nikmat lagi, makanan utamanya NASI UDUK, yaitu nasi yang di olah dengan santan Kelapa sehingga menjadi NASI ber LEMAK yang mungkin di negeri tetangga sana menjadi ciri khas makanan tradisional yang tidak boleh disentuh negara lain. Lauk yang umum disajikan biasanya daging AYAM. Tapi konon bicara kelejaan AYAM , selain daging AYAM KAMPUNG ada lagi yang terkenal yaitu AYAM HAINAN dari pulau Hainan bagian dari Cina. Menurut seorang pemandu wisata di China asal pulau Hainan, Aming yang juga pernah menjadi peternak Ayam, rasa nikmat Ayam Hainan karena jenis Ayam, perlakuan makanan, pemeliharaan dan proses pengolahan. Menjadi heran juga sih kalau ada sebuah negeri yang jauh dari pulau Hainan, bahkan bukan bagian dari Cina mengukuhkan bahwa NASI AYAM HAINAN menjadi makanan asli negerinya.
Biarkan saja lah ES BANDUNG ada di KUALALUMPUR,
Sementara ES SHANGHAI ada di BANDUNG,
Indonesia tidak akan merasa DIMILIKI dan memiliki dari hanya sekedar ES. Tapi menurut saya hanya bisa berkata ” SELAMAT MENIKMATI “.
Belum tentu kok, ES BANDUNG nya Kualalumpur laku di jual di Bandung. Karena di
Bandung sudah ada yang lebih lezat dari sekedar ES BIASA.
” Selamat berbuka Puasa Ramadhan”



